
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 84 |
| Tanya Jawab | 3328 |
| Kegiatan | 628 |
| Liputan Media | 334 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
1974546
| February | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 | 4 |
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 1 | 2 | 3 |
Jumat, 27/08/2010 12:00 WIB
Melli & Jimly Tak Lolos Jadi Pimpinan KPK Karena Sempat Ancam Mundur
Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Pengacara Melli Darsa dan mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie tak lolos sebagai calon pimpinan KPK. Mereka gagal karena menyatakan masih berniat mundur saat tes wawancara.
Ketua Pansel KPK Patrialis Akbar mengatakan, Jimly dan Melli adalah dua kandidat yang cukup bagus. Namun, keduanya tidak bisa mengikuti tuntutan pansel yang meminta agar semua calon tidak mundur setelah tes wawancara.
"Terus terang saja, itu semua kita bicarakan. Pak Jimly orang bagus, tidak ada yang mengatakan beliau tidak bagus. Beliau juga sangat brilian. Tapi, Pansel menginginkan siapa pun yang terpilih dalam seleksi ini agar tidak boleh mundur, baik nanti kalau calon itu terpilih atau tidak terpilih. Pak Jimly dan Ibu Melli, terkait dengan alasan itu," papar Patrialis.
Hal tersebut disampaikan Patrialis usai melaporkan hasil seleksi pansel KPK ke Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/8/2010). Pansel memilih Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto sebagai calon pimpinan baru KPK.
Jimly sempat melontarkan pernyataan mengejutkan saat tes wawancara Kamis (26/8) kemarin. Pria yang kini menjabat sebagai anggota Wantimpres tersebut menyatakan akan mundur jika tidak terpilih sebagai Ketua KPK.
"Saya rasa mungkin saya akan mundur saja," kata Jimly dalam wawancara pansel pimpinan KPK di Gedung Kemenkum HAM.
Sementara Melli Darsa, mengaku hanya siap menjabat sebagai pimpinan KPK selama satu tahun. Hal ini berbeda dengan keputusan pansel yang menentukan jabatan pimpinan KPK untuk empat tahun ke depan.
(mad/fay
Arsip Berita

