
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 14 |
| Tanya Jawab | 450 |
| Kegiatan | 229 |
| Liputan Media | 309 |
| Galeri Foto | 1956 |
Anda Pengunjung Ke:
89559
| September | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 31 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 1 | 2 | 3 | 4 |
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/nasional/partai-buruh-bawa-putusan-mk-ke-ptun.html
Tuesday, 22 July 2008
KETUA Partai Buruh Mochtar Pakpahan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kemarin terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal penetapan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2009.
Partai Buruh mengajukan gugatan bersama Partai Merdeka dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah. Gugatan itu ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkaitan dengan pembatalan Pasal 316 d Undang-Undang (UU) Nomor 10/2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD oleh MK.
Partai Nasional Benteng Kemerdekaan dan Partai Sarikat Indonesia(PSI) segera menyusul karena masih melengkapi dokumen terlebih dahulu. ”Partai yang lain masih mengumpulkan administrasi untuk menggugat,” ujar Mochtar di PTUN, Jakarta Timur, kemarin.
Menurut Mochtar, dengan adanya pembatalan tersebut seharusnya kesembilan partai yang tak memenuhi electoral thresholdtidak berhak mengikuti Pemilu 2009. Kalaupun mereka tetap mengikuti Pemilu 2009, KPU harus memberikan kesempatan yang sama kepada partai peserta Pemilu 2004 silam.
”Kalaupun pemilu tetap berjalan, berarti akan ada beberapa asas yang dilanggar. Asas-asas tersebut adalah asas kesetaraan, kepastian, dan asas keadilan,” ujarnya. (hendrik indra dwi yulianto)
Arsip Berita

