Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku14
Makalah10
Tanya Jawab153
Kegiatan143
Liputan Media203
Galeri Foto1093


Anda Pengunjung Ke:
24726
May
SunMonTueWedThuFriSat
27282930123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Kup4-thumbKamis, 15 Mei 2008
MK Tolak Uji UU Perpajakan

http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/15/20/109530/mk-tolak-uji-uu-perpajakan

Nuria - Okezone


JAKARTA - Sidang pleno Mahkamah Kontitusi (MK) menolak permohonan BPK atas pengujian UU No 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan tata Cara Perpajakan (UU KUP).

"Permohonan pemohon (BPK) tidak dapat diterima," ujar Pimpinan Majelis Hakim MK Jimly Asshiddiqie, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (15/5/2008).

Keputusan ini merupakan hasil rumusan sembilan hakim konstitusi pada Senin, 12 Mei 2008. Konklusi MK menyatakan, bahwa ada ketidakharmonisan antara UU Perpajakan dengan UU Keuangan Negara yang menyebabkan adanya benturan hukum.

Menurut MK, hak wajib pajak dilindungi oleh konstitusi, tapi BPK juga memiliki hak konstitusional untuk memeriksa keuangan negara.

Dalam jangka panjang, MK menyarankan adanya legislatif review. Hal ini supaya legislatif dan eksekutif bisa mengharmonisasikan UU Pajak dan UU Keuangan Negara.

Sementara untuk jangka pendek, MA menyarankan adanya nota kesepahaman (MoU) antarkeduanya.

"Konklusi lainnya, MK melihat tidak ada kerugian kewenangan konstitusional BPK sebagai akibat berlakunya pasal 34 (2a) huruf B dan penjelasan pasal 34 (2a) UU Perpajakan," kata Jimly.

MK menilai, BPK sebagai pemeriksa, pengelola, dan penanggung jawab keuangan negara bukan tanpa batas. Jika tanpa batas, maka akan ada potensi penyalahgunaan.

"MK berpendapat sesuai pasal 23 ayat 1 UU 1945, kemandirian BPK bukan tanpa batas tapi harus sesuai UU tentang pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara," kata Anggota Majelis Hakim, Maruarar.

Selain itu, tidak adanya izin Menkeu untuk memperbolehkan BPK memeriksa penerimaan pajak selama ini, hanya karena telatnya izin itu dikeluarkan oleh Menkeu. (rhs)

Ti5-thumbKamis, 15 Mei 2008
Bimbo Todong Ketua MK Berantas Pembajakan

http://celebrity.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/14/33/109321/bimbo-todong-ketua-mk-berantas-pembajakan

Amirul Hasan - Okezone


JAKARTA - Pembajakan terhadap lagu para musisi sangat disayangkan Sam Bimbo. Dia menodong ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqy memberangus pembajakan.

"Kami ini sudah capek-capek bikin lagu dan karya, tapi dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab," keluh Sam di Aula Mahkamah Konstitusi Jakarta usai acara peluncuran empat buku Taufiq Ismail, Rabu (14/5/2008).

Sam yang didampingi personel Bimbo lainnya, Jaka dan Acil, meminta kepada Jimly yang ikut hadir di tempat itu untuk membantu menangani masalah pembajakan.

"Mungkin Pak Jimly bisa membantu untuk mengatasi masalah pembajakan ini," pinta Sam yang disambut tepuk tangan peserta peluncuran buku.

Dalam kesempatan itu Bimbo juga menghadiahi Taufiq Ismail sebuah iPod yang berisikan kumpulan lagu-lagu Bimbo.(ang)

 

Dpd1-thumbSelasa, 13 Mei 2008
Uji Materi UU Pemilu, Parpol Dinilai Pragmatis

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/13/1/108886/uji-materi-uu-pemilu-parpol-dinilai-pragmatis


JAKARTA - Monopoli partai politik (parpol) dinilai akan semakin menjadi jika pasal 12 dan pasal 67 Undang-Undang No 10/2008 tentang Pemilu tidak segera dihapus.

"Sebab aturan domisili dan non-partai politik sebagai persyaratan menjadi DPD ditiadakan dalam UU tersebut," kata pengamat politik Arbi Sanit yang akan menjadi ahli dalam uji materi UU Pemilu di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (13/5/2008).

Menurut Arbi, dengan diterapkannya kedua pasal tersebut, saat ini sudah ada gejala monopoli parpol, dimana parpol tidak punya prinsip. "Yang ada hanya pragmatis saja. Hanya ingin menunjukkan sentralisme kekuasaan," cetusnya.

Oleh karena itu, dia menyayangkan jika MK tidak menghapus pasal 12 dan 67 UU Pemilu. Karena keberadaan dua pasal itu bisa menjerumuskan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang gagal.

"Parpol butuh kompetitor yakni lewat persorangan agar negara kita tidak menjadi negara yang gagal," pungkasnya. (Rahmat Sahid/Sindo/mbs)

Sjt9-thumbSenin, 12 Mei 2008
Sujiwo Tejo, Seniman Edan yang Mencoba Melukis

http://gudeg.net/news/2008/05/3609/Sujiwo-Tejo-Seniman-Edan-yang-Mencoba-Melukis.html

Joko Widiyarso - GudegNet

Setelah sekitar 14 tahun mengagumi tokoh wayang Semar, akhirnya seniman "edan" Sujiwo Tejo berkesempatan mengadakan pameran lukisan tunggal pertamanya di Jogja dengan tajuk "Semar Nggambar Semar" yang diselenggarakan di Jogja Gallery pada 10 - 16 Mei 2008.
 
"Saya tertarik dengan Semar sejak tahun 1994 setelah mendapatkan sebuah keris bernama "Semar Mesem" dari seseorang. Tiga tahun terakhir ini saya mencoba melukis tentang semar yang menurut saya senantiasa memberikan nasehat baik kepada semua orang seperti agar kita memikirkan orang lain," kata mas Jiwo, panggilan akrabnya dalam jumpa pers sebelum pembukaany pameran (10/05).
 
Menurut kurator Jogja Gallery, Mikke Susanto, tak mudah untuk menyeleksi karya lukisan Sujiwo Tejo beraliran ekspresionis yang lebih dekat kepada karya Sujoyono ini. Pada lukisan seniman kelahiran Jember tahun 1962 ini ada ciri khas yang sangat unik yakni tanda tangan yang selalu berbeda pada tiap lukisannya.
 
"Tak mudah untuk menyeleksi lukisan Sujiwo Tejo. Lukisannya beraliran ekspresif dan memiliki ciri khas yang unik yakni tanda tangan yang selalu berbeda pada tiap lukisan," kata Mikke.
 
Tak tanggung-tanggung, penyanyi yang telah menciptakan empat album ini mengundang Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Jimly Asshiddiqie untuk membuka pamerannya. Merasa terkesan dengan undangan Sujiwo Tejo, Jimly harus meluncur ke Jogja hanya untuk membuka pameran. Sebagai ucapan terima kasih, Sujiwo Tejo memberikan suvenir berupa lukisan Jimly Asshiddiqie yang secara khusus dibuat oleh seniman alumnus Teknik Sipil ITB ini.
 
Bagi Jimly, tokoh Semar yang setia kepada kebenaran sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia saat ini. Diharapkan, pameran ini mampu memberikan inspirasi bagi semua orang untuk mengakrabkan ide-ide luhur dalam kehidupan serta jalan untuk masa depan yang lebih baik.
 
"Saya merasa terkesan dengan undangan Sujiwo Tejo. Jadi saya harus terbang ke Jogja hanya untuk membuka pameran ini. Semoga pameran ini mampu memberikan inspirasi bagi semua orang untuk mengakrabkan ide-ide luhur dalam kehidupan serta jalan untuk masa depan yang lebih baik," kata Jimly Asshiddiqie saat membuka pameran "Semar Nggambar Semar" Sujiwo Tejo di Jogja Gallery (10/05).
 
Dalam pameran ini, seniman juga dikenal sebagai dalang, penyanyi, pemain film bahkan sempat menjadi wartawan ini memamerkan 55 karya lukisnya dan 4 buah wayang yang terdiri dari dua Semar dan dua gunungan yang menjadi favoritnya.

 

Hw1-thumbMinggu, 11 Mei 2008
SBY-JK Jadi Saksi Pernikahan Hidayat Nurwahid

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/11/10133421/sby-jk.jadi.saksi.pernikahan.hidayat.nurwahid


JAKARTA, MINGGU - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid melangsungkan pernikahan yang kedua kalinya dengan dr Diana Abbas Thalib di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (11/5) pagi.

Presiden Susilo Bambang Yudhyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menjadi saksi pada akad nikah yang dilangsungkan tepat pukul 08.00 WIB itu. Presiden yang mengenakan pakaian batik bertindak sebagai saksi mempelai laki-laki, sedangkan Wapres yang juga mengenakan batik sebagai saksi dari pihak perempuan.

Hidayat yang memberikan mas kawin emas senilai 90 gram itu lancar mengucapkan ijab kabul, membuat Ketua PP Muhammadyah, Din Syamsuddin, yang memberikan ceramah kepada kedua mempelai sedikit "usil"."Karena ini adalah yang kedua kalinya untuk kedua mempelai, maka
pasti sudah lancar," ujarnya.

Din pun menambahkan bahwa pernikahan Hidayat itu ibarat pernikahan politis dalam keluarga Partai Keadilan Sejahtera. Helatan pernikahan Hidayat dan Diana Abbas dihadiri oleh sekitar 1000 undangan, termasuk beberapa petinggi lembaga negara seperti Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqie dan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Dalam pesta itu, juga turut diundang 340 anak yatim piatu. Hidayat dan Diana yang mengenakan pakaian adat melayu bernuansa krem terlihat cerah sepanjang acara akad nikah.

JIM
Sumber : ANT



« Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 28 29 Next »
CopyRight © jimly.com 2007 - 2008