Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku14
Makalah10
Tanya Jawab153
Kegiatan143
Liputan Media203
Galeri Foto1093


Anda Pengunjung Ke:
24420
May
SunMonTueWedThuFriSat
27282930123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
KEGIATAN

UPACARA PERNIKAHAN BERTABUR PEJABAT; Warga AS Menari Bedaya Manten

Sultan4-thumb

http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=162843&actmenu=35


10/05/2008 05:28:12 YOGYA (KR) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono urung menghadiri resepsi saat panggih pernikahan GKR Maduretno dan KPH Purbodiningrat, Jumat (9/5) pagi di Kagungan Dalem Bangsal Kencana Kraton Ngayogyakarta. Meski demikian, Presiden SBY telah mengirimkan bunga ucapan selamat yang dipasang megah di Regol Keben. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla yang semula akan hadir dalam resepsi malam, datang pada resepsi pagi hari didampingi Hj Mufidah.


Selain Jusuf Kalla, resepsi pernikahan GKR Maduretno dan KPH Purbodiningrat pada Jumat pagi bertabur pejabat, mantan pejabat dan selebritis. Kehadiran mereka disambut dengan bunyi gamelan dari Kanjeng Kyai Guntur Laut yang dimainkan para abdi Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa. Tampak mantan  Presiden BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan KSAD Jendral (Purn) Subagyo HS, mantan Pangkostrad Prabowo Subianto,  Ketua DPR Agung Laksono, Menneg PP Dr Meuthia Hatta, Wakil Ketua MPR  AM Fatwa, Ketua MK Jimly Asshidiqie, Ketua PKB Muhaimin Iskandar,  dan Akbar Tandjung.


Selain itu juga hadir Gubernur BI Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Arifin Panigoro. Sementara dari kalangan selebritis tampak pasangan Widyawati - Sophan Sophiaan, Nurul Arifin, Novia Kolopaking dan Emha Ainun Najib, Djaduk Ferianto dan yang lain. Sementara dari kalangan raja-raja tampak PB Tejowulan, GRM Paundra, keluarga Kasunanan Solo, Cirebon, Tapanuli Selatan, Paku Alam XI dan yang lain.
Meski upacara panggih terlambat 10 menit dari jadwal, namun ucapan selamat bagi 900 undangan itu berlangsung cepat. Bahkan jam 11 acara sudah selesai. “Mengingat ini hari Jumat, maka semua diselesaikan sebelum salat Jumat,” kata Ketua Sie Acara, RM Dinusatomo. 


Pesta yang ditata dengan megah ini mampu menyedot perhatian tamu, ketika edan-edanan tampil di depan pengantin kakung ketika akan memasuki Kagungan Dalem Bangsal Kencana. Dalam tarian edan-edanan yang sesungguhnya merupakan tari penolak bala tersebut, dua pasang abdi Dalem berhias dan berperilaku laiknya orang gila. 
Bagi tamu pada resepsi Jumat malam mendapat suvenir keramik manusia dengan posisi berpelukan. Seperti rencana semula, Bedaya Manten Wiwaha Sangaskara Yasan HB X dan Beksan Lawung Ageng Yasan HB 1. Salah satu penari Bedaya Manten adalah Jenova, penari dari Amerika Serikat yang sudah hampir setahun belajar menari di Kraton Yogya.


Biasanya, pada hari Jumat di Kraton Ngayogyakarta tidak ada gamelan yang dibunyikan. Namun karena hari Jumat Sri Sultan kagungan kersa mantu, mau tidak mau gamelan harus dibunyikan.  “Ini memang kekhususan. Tetapi nanti Ngarsa Dalem kena denda,” papar Dinusatomo. Menurutnya denda itu tergantung Sri Sultan sendiri akan dibayarkan dalam bentuk apa. “Nanti diberikan pada pengulu masjid,” tambahnya. (Fsy/Fia/Ela)-f







Kembali
CopyRight © jimly.com 2007 - 2008