
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 44 |
| Tanya Jawab | 2235 |
| Kegiatan | 407 |
| Liputan Media | 334 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
767058
| September | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 | 4 |
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 1 | 2 |
KEGIATAN
Jimly Assidiqie: Tumpak Masih Menjabat Di KPK
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jimly Asshidiqie menyatakan penghentian Tumpak Hatorangan Panggabean masih menjabat di Komisi Pemberantasan Korupsi meski Komisi III DPR menolak Perpu No 4 Tahun 2009.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyatakan, ketika Perpu ditolak, Perpu tersebut harus dicabut dengan menerbitkan Undang-Undang pencabutan perp. "Jadi selama undang-undang itu belum ada, berarti Pak Tumpak masih menjabat di KPK.
Kembali
Jimly Assidiqie: Tumpak Masih Menjabat Di KPK
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyatakan, ketika Perpu ditolak, Perpu tersebut harus dicabut dengan menerbitkan Undang-Undang pencabutan perp. "Jadi selama undang-undang itu belum ada, berarti Pak Tumpak masih menjabat di KPK.
Mengenai Hal pencabutan Perpu tersebut, menurut Jimmly, telah diatur dalam Pasal 25 Undang-Undang No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. “Jadi lebih baik anggota dewan segera membuat rancangan undang-undang untuk mencabut perpu tersebut,” kata Jimmly.
Kembali

