
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 84 |
| Tanya Jawab | 3328 |
| Kegiatan | 628 |
| Liputan Media | 334 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
1974546
| February | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 | 4 |
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 1 | 2 | 3 |
Jimly usulkan alokasi APBN untuk advokat publik
Kongres I PIL-NET
Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqie mengusulkan alokasi dana APBN untuk advokat pembela publik.
"Sumber-sumber dana bagi public lawyer itu bisa di-create, banyak kemungkinannya, dari tax, dari CSR (Corporate Social Responsibilty) dari APBN. Saya mengusulkan dari APBN itu ada," kata Jimly, dalam pidato pengantar Konferensi Public Interest Lawyer Network (PIL-NET) 2010, di Hotel Harris, Jakarta, Selasa (3/8).
Dana tersebut penting untuk membuka akses keadilan orang miskin dan buta hukum. Menurut dia, selain sumber pendanaan yang bisa digali, setiap advokat di bidang tertentu juga memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi kepentingan publik. "Sekian persennya harus untuk public interest," ujarnya.
Advokat sebagaimana hakim adalah penegak hukum. Substansi keadilan dan kebenaran harus dijunjung tinggi. Oleh sebab itu, dirinya sangat mendukung keberadaan Pilnet guna meningkatkan akses keadilan di masyarakat.
"Saya harap melalui konferensi ini dapat memperluas partisipan. Baik yang bergerak secara pribadi-pribadi maupun yang khusus untuk ini. Saya pasti mendukung. Paling kurang doa," ujar Jimly.
Khresna Guntarto
Kembali

