
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 84 |
| Tanya Jawab | 3328 |
| Kegiatan | 628 |
| Liputan Media | 334 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
1974546
| February | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 | 4 |
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 1 | 2 | 3 |
Gagal Jadi Ketua KPK, Jimly Pilih Menulis Buku
Minggu, 29 Agustus 2010 - 03:15 wib Siti Ruqoyah - Okezone
JAKARTA - Mantan hakim konstitusi Jimly Asshidiqqie gagal menjadi calon ketua KPK. Jimly juga telah mundur sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Lantas apa kegiatan pakar hukum tata negara ini selanjutnya?
"Saya menulis buku, ceramah, konsultasi saja mumpung bulan puasa. Agar masuk surga. Saya ingin jadi contoh, teman dan lingkungan,” ujar Jimly kepada wartawan di hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (28/8/2010).
Jimly mengatakan, dirinya sudah tidak lagi membutuhkan tempat sebagai wadah untuk berkreasi, sebab di mana pun aktivitas dilakukan, yang terpenting bisa memberi manfaat bagi dirinya serta lingkungan.
"Semua wadah adalah tempat dimana kita bekerja dengan menduduki jabatan publik. (Asal) hidup bersih dan mampu membersihkan lingkungannya," tandasnya.
Karir Jimly memang terbilang mulus. Mulai mengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) sejak 1981 dan dikukuhkan sebagai guru besar hukum pada 1998, anggota Tim Ahli DPR dari 1988 sampai 1993, dan Asisten Wakil Presiden pada 1998-1999.
Karirnya menanjak saat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2003 sampai 2008. dan anggota Dewan Pertimbanngan Presiden (Wantimpres) Bidang Hukum dan Ketatanegaraan sejak 2009 namun menyatakan mundur setelah memutuskan mendaftar sebagai calon ketua KPK.
(ded)
Kembali

