Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku5
Makalah169
Tanya Jawab5197
Kegiatan843
Liputan Media452
Galeri Foto2353


Anda Pengunjung Ke:
5887614
February
SunMonTueWedThuFriSat
2930311234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627281234
482x320_2154-thumbSenin, 18 April 2016
Wiranto: Pak Jimly Sebaiknya Menulis Rahasia Awet Muda

Panglima ABRI TNI Jenderal Wiranto periode 1998-1999 mengaku bersyukur pernah bertemu dengan Jimly Asshiddiqie.  Menurut dia, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pertemannya dengan Jimly. Menurut Wiranto pemikiran Jimly brilian dan cerdas.

“Keunggulan seorang pemimpin itu memiliki, Physical Quotient, intelligence quotient, spiritual quotient, emotional quotient. Saya melihat keempat-empatnya dimiliki oleh Pak Jimly,” katanya ketika memberikan testimoni tentang sosok Prof Jimly Asshiddiqie pada rilis buku ketua DKPP yang juga ketua MK RI periode 2003-2008 itu di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (16/4).

Dalam acara ini hadir Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie dan keluarga, ketua KPU RI Husni Kamil Manik, Ketua Bawaslu Prof Muhammad, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Irman Gusman, Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof Arief Hidayat, mantan Presiden Indonesia Prof BJ Habibie, Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, Mooryati Soedibyo dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Wiranto mengaku selalu mengikuti perkembangan tentang sosok Jimly. Pemikirannya selalu melakukan lompatan-lompatan dan berpikir jauh kedepan. “Istilah sekarang adalah out of the box,” katanya.

Satu hal lagi, yang membuatnya terkesan tetang sosok Jimly adalah wajahnya yang awet muda. Ia mengaku bertemu ketika Jimly membantu Presiden BJ Habibie, presiden ketiga, pada tahun 1998-1999.  

“Waktu itu, Pak Jimly membantu Pak Habibie. Sejak saya bertemu sampai sekarang, wajahnya ngga pernah berubah. Ngga pernah tua,” ujar dia.

 Wiranto pun menyarankan agar menulis buku tentang rahasia awet muda. Ia mengira buku-buku tentang hukum telah banyak ditulis. “Bu Moeryati Sudibyo sudah berumur 80 tahun tapi masih tetap muda dan selalu semangat. Ia memberikan tips, agar minum jamu. Saya kira Pak Jimly juga perlu menulis tetang rahasia awet muda,” tutup ketua umum DPP Partai Hanura itu. 

 

Sumber : www.dkpp.go.id 

482x320_2153-thumbSenin, 18 April 2016
Prof Jimly Telah Menulis 71 Buku

Sabtu 16/4 merupakan hari yang spesial bagi Prof Jimly Asshiddiqie, ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Bertepatan dengan usia yang keenampuluh Prof Jimly merilis dua buku. Hingga saat ini Prof Jimly telah menulis  71 buku. Buku-buku tersebut ditampilkan  di  Aula Lantai Dasar Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Merdeka Barat No. 6, Jakarta.

 

Dalam acara ini hadir Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie dan keluarga, ketua KPU RI, Ketua Bawaslu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, mantan Presiden Indonesia Prof BJ Habibie, Mooryati Soedibyo, Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir dan sejumlah tamu undangan lainnya.

 

“Ini adalah karya-karya saya, Pak Menteri. Buku-buku ini ada yang menjadi masterpiece, bacaaan wajib kuliah untuk mahasiswa hukum, dan lain-lain,” kata Jimly saat berbincang dengan Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi M. Nasir  di ruang display buku.

 

Lanjut dia, ia sampai tidak hafal judul-judul buku yang telah ditulisnya. Ada pula buku yang sangat langka. “Buku ini yang sangat jarang dibahas di Indonesia,“ saat menunjukkan buku Hukum Tata Negara Darurat terbitan Rajawali Pers.

 

Sambut Jimly, buku-buku yang ditampilkan bertujuan untuk menginspirasi kepada generasi muda untuk menulis. Pada acara rilis dua buku; 60 Tahun Jimly Asshiddiqie: Menurut Sahabat dan 60 Tahun Jimly Asshiddiqie: Sosok, Kiprah, dan Pemikiran. buku yang bertepatan dengan enampuluh tahun usia ini, Prof Jimly memotong nasi tumpeng untuk orang-orang yang spesial; Istri, Tutty Amaliah dan mantan Presiden Republik Indonesia Prof. B.J Habibie.

 

Sumber : www.dkpp.go.id 

482x320_2152-thumbSenin, 18 April 2016
Ketua DKPP Rilis Dua Buku

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof. Jimly Asshiddiqie merilis buku 60 Tahun Jimly Asshiddiqie: Menurut Sahabat, dan 60 Tahun Jimly Asshiddiqie: Sosok, Kiprah, dan Pemikiran. Rilis buku ini  berlangsung di Aula lantai dasar Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Merdeka Barat No. 6, Jakarta.  

 

Hadir keluarga Jimly Asshiddiqie, ketua KPU RI Husni Kamil Manik, Ketua Bawaslu Prof Muhammad, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, Presiden Indonesia ketiga, Prof BJ Habibie, Mooryati Soedibyo, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

 

 60 Tahun Jimly Asshiddiqie: Sosok, Kiprah, dan Pemikiran berisi berupa biografi Jimly sekaligus sepak terjangnya di pentas nasional. Editor buku ini Nur Hidayat Sardini. Sedangkan buku 60 Tahun Jimly Asshiddiqie: Menurut Sahabat, berisi testimoni 70 orang tokoh-tokoh nasional yang dekat dengan Prof Jimly. Editor buku ini Nur Hidayat Sardini dan Gunawan Suswantoro.

 

Kedua buku ini sekaligus menjadi souvenir bagi para tamu undangan yang hadir. Pada kesempatan tersebut, ditampilkan juga sebanyak 71 buku-buku karya Prof Jimly Asshiddiqie.

 

Sumber : www.dkpp.go.id 

Baa740a0-ce67-448c-b6fb-11001ea60c49_169-thumbSabtu, 16 April 2016
Jimly Kritik Parpol: Enggak Usah Takuti Calon Independen

Sejumlah fraksi di DPR ingin aturan syarat calon independen dinaikkan dalam revisi Undang-undang Pilkada. Hal ini menuai kritikan dari berbagai pihak, salah satunya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.

Jimly mengatakan dengan syarat aturan yang ada saat ini, calon independen banyak yang tak berhasil.

"Calon independen yang berhasil tidak pernah lebih dari tiga persen yang berhasil. Jadi, tidak ada alasan bagi partai untuk mempersulitnya," kata Jimly di aula gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Menurut Jimly keberadaan calon independen menjadi penyeimbang bila parpol tak mampu mengusung kadernya. Bila ada calon independen yang berhasil maka menjadi tantangan bagi partai politik untuk membenahi persiapan kadernya.

Dia pun meminta agar parpol tak takut dengan fenomena calon independen. 

"Nah, dengan begitu partai akan mendapat energi dari luar untuk memperbaiki diri. Sudahlah enggak usah ditakuti," sebut pakar hukum tata negara itu.

Kemudian, Jimly mengkritisi adanya calon tunggal karena masih banyak calon independen yang belum berhasil di samping parpol yang tak bisa persiapkan kader. "Kenapa kita muncul problem calon tunggal? Ya karena partai tidak punya calon alternatif di luar mekanisme partai. Nah, kalau semua calon itu dibeli semua sama partai, bagaimana?" sebutnya.

Jimly memahami bila dari segi kepentingan parpol bisa dimaklumi. Namun, jika terkait untuk kepentingan lebih besar, maka usulan perberat syarat independen merupakan upaya yang salah.

"Tapi, kalau dari perspektif kepentingan bangsa dan negara itu cara berpikir yang salah," tuturnya.

 

Sumber : www.detik.com 

39b582f4-b022-4dae-8504-e96173842d70_169-thumbSabtu, 16 April 2016
Pesan BJ Habibie ke Jimly: Jaga Kesehatan dan Selalu Pro Rakyat
Presiden RI ke-3 BJ Habibie menghadiri acara peluncuran buku mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie. Dalam pesannya, ia berharap Jimly menjadi sosok yang selalu pro rakyat dan bijaksana dalam bersikap.

Selain itu, Ketua MK pertama itu diharapkan selalu menyesuaikan sikap serta pernyataan.

"Pesan saya mau ucapkan jaga kesehatan, jangan mati konyol. Selalu pro rakyat. Bukan hanya ngomong benar tapi juga dalam tindakannya," ujar Habibie di aula gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Dia berharap Jimly yang sudah menginjak usia 60 tahun bisa menjadi pengayom dengan contoh sikap bijaksana. Sikap berani membela ketidakadilan dan tidak berpihak harus dijunjung. 

"Tidak mengenal SARA, dan tidak berpihak. Karena Anda berada di masyarakat yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa," tuturnya.

Kemudian, ia menyinggung sosok Jimly bisa menjadi contoh sumber daya manusia masyarakat Indonesia. Pengalamannya mengenal Jimly di era tahun 1990-an menjadi saat yang diingat Habibie. Saat itu, etos kerja dan karakter Jimly dinilai sebagai contoh ujung tombak yang bisa memberikan kontribusi.

"Agar sumber daya manusia meningkat, perlu sumber daya manusia yang jadi ujung tombak di mana Anda semua berada. Salah satu ujung tombaknya Jimly," tuturnya.


CopyRight © jimly.com 2007 - 2008