Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku14
Makalah144
Tanya Jawab4568
Kegiatan692
Liputan Media441
Galeri Foto2293


Anda Pengunjung Ke:
3766855
September
SunMonTueWedThuFriSat
31123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
2829301234
Sby-thumbJum'at, 14 Oktober 2011
Boediono dan Sudi Silalahi Tiba di Cikeas

Wakil Presiden Boediono sudah tiba di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor. Rencananya siang ini sekitar pukul 14.00 WIB akan memanggil para calon menteri. 

Pantauan 
VIVAnews.com, Wakil Presiden Boediono tiba sekitar pukul 10.00 WIB di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat 14 Oktober 2011.

Sebelum Boediono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi sudah tiba sekitar 30 menit sebelumnya. Informasi yang diterima VIVAnews.com, Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono akan menggelar rapat internal tertutup sebelum memanggil para kandidat menteri. 

Rencana pemanggilan itu dibenarkan Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha. "Hari ini ada pemanggilan, mulai pukul 14.00," kata Julian ketika dihubungi 
VIVAnews.com, Jumat 14 Oktober 2011.

Tapi Julian tidak menyebutkan siapa nama-nama calon menteri yang akan dipanggil SBY. "Belum dapat dipastikan, karena ini masih terus dibahas," ujarnya.

Kemarin, Presiden SBY dan Boediono memanggil para calon wakil menteri. Calon Wakil Menteri yang dipanggil kemarin yakni, Duta Besar Singapura Wardana untuk Wakil Menteri Luar Negari, Dekan Fakultas Kedokteran UGM Ali Ghufron untuk Wakil Menteri Kesehatan, dan Juru Bicara Kemenbudpar Sapta Nirwandar untuk Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. 

Selain memanggil calon Wakil Menteri, Presiden SBY juga mengundang semua Ketua Umum partai politik koalisi. Mereka yang hadir yakni, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum PAN Hatta Rajas, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. 

 

www.vivanews.com 

Ct-thumbKamis, 13 Oktober 2011
Tujuan Chairul Tanjung Datang ke Cikeas

Bos Para Group, Chairul Tanjung, menyatakan bahwa kedatangannya ke kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas tidak ada kaitannya dengan reshuffle kabinet atau uji kepatutan dan kelayakan calon wakil menteri.

“Kedatangan saya ke sini bukan dalam kaitan reshuffle atau pemanggilan menteri atau calon menteri. Kedatangan saya sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional, untuk membicarakan perkembangan ekonomi terakhir,” kata Chairul di Cikeas, Kamis 13 Oktober 2011.

Menurutnya, ia dan SBY membahas soal krisis yang sedang menghantam kawasan Eropa dan Amerika. “Jadi kami membicarakan segi ekonominya. Juga terkait penurunan kemiskinan. Tidak ada kaitannya dengan reshuffle kabinet,” tegas Chairul lagi.

Ia mengatakan, SBY mencermati perekonomian, terkait dengan penyusunan pidato Presiden. “Nanti pidato Presiden ada kaitannya dengan penurunan kemiskinan,” papar Chairul.

Kedatangan Chairul Tanjung ke Cikeas, bila untuk membahas persoalan ekonomi dengan Presiden, sedikit berbeda dengan agenda-agenda SBY lainnya. Hari ini, Presiden SBY memang memiliki agenda padat di Cikeas. Selain melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon-calon wakil menteri, ia juga mengumpulkan para ketua umum partai koalisi untuk membahas soal reshuffle kabinet.

Reshuffle semakin dekat setelah Presiden SBY mengirimkan surat kepada DPR. Isi surat itu meminta DPR untuk tidak membuat keputusan strategis bersama para menteri, sampai ada pelantikan menteri baru. Surat itu ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Sampai siang ini, Presiden SBY telah menunjuk dua orang wakil menteri baru. Pertama, mantan Dubes Singapura, Wardana, sebagai Wakil Menteri luar Negeri. Kedua, Dekan Fakultas Kedokteran UGM Ali Ghufron Mukti sebagai Wakil Menteri Kesehatan.

 

www.vivanews.com

Sby-thumbKamis, 13 Oktober 2011
DPR Minta SBY Segera Selesaikan Reshuffle

Wakil Ketua DPR Pramono Anung meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera menyelesaikan penyusunan reshuffle kabinet dan melantik menteri-menteri baru. Pasalnya, menurut dia, pekan ini DPR dan pemerintah sedang membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012 yang bernilai strategis.

Pembahasan RAPBN 2012 tersebut dikhawatirkan tersendat karena menteri-menteri yang menjabat saat ini tidak dapat mengambil keputusan strategis, sesuai surat SBY kepada DPR yang meminta DPR untuk tidak membuat keputusan strategis bersama para menteri, sampai ada pelantikan menteri baru. Surat itu ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

“Ini menunjukkan bahwa betul ada reshuffle, karena para menteri diminta untuk tidak mengambil langkah kebijakan strategis, sampai ada kabinet yang baru,” kata Pramono di Gedung DPR RI, Senayan, jakarta, Kamis 13 Oktober 2011. Ia berharap, kabinet mendatang benar-benar diisi oleh orang kredibel.

“Saya mengharapkan kabinet kali ini diisi orang yang mampu, cakap, cekatan, dan punya inisiatif selesaikan persoalan. Jadi penyusunan kabinet bukan karena kekuatan tarik-menarik personal atau kekuatan politik, tetapi mengedepankan profesionalitas,” ujar politisi PDIP. Hari ini, Presiden memanggil para calon wakil menteri baru. Sampai siang ini, sudah ada dua orang wakil menteri baru yang ditunjuk oleh SBY. Pertama, mantan Dubes Singapura, Wardana, sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Kedua, Dekan Fakultas Kedokteran UGM Alai Ghufron Mukti sebagai Wakil Menteri Kesehatan.

 

www.vivanews.com

Ali_gufron_wamenkes-thumbKamis, 13 Oktober 2011
Dekan FK UGM Dipilih SBY Jadi Wakil Menkes

Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof Dr Ali Gufron Mukti terpilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan. Ini adalah jabatan baru lantaran sebelumnya tidak ada jabatan Wakil Menkes.

"Kami diundang oleh Bapak Presiden untuk diberikan tugas untuk sebagai Wamenkes. Ini suatu amanah dan kami dengan mengucap bismillah kami siap melakukan tugas ini sebaik-baiknya," kata Ali usai menghadap Presiden di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (13/10/2011).

Dalam pertemuan dengan SBY, Ali Gufron mengaku berdiskusi tentang bagaimana sinergi antara kebijakan dengan anggaran yang ada. Dalam pertemuan itu juga dibahas bagaimana meningkatkan capaian kinerja di Kementerian Kesehatan.

"Kita akan tingkatkan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular, perubahan pola perilaku dan agar harapan hidup lebih tinggi," katanya.

Presiden juga meminta kepada Ali Gufron untuk lebih meningkatkan masyarakat ekonomi lemah mendapat pelayanan kesehatan yang bagus.

"Presiden menekankan kami untuk lebih meningkatan masyarakat ekonomi lemah mndapatkan jaminan keshatan."

"Terakhir, dipesankan bahwa pimpinan dan jajaran kesehatan untuk lebih sering turun ke lapangan agar lebih tau persis apakah prorgam telah diimplentasi dengan baik dan diterima oleh masyarakat atau tidak," imbuhnya.

 

www.detik.com

Wardana__wamenlu-thumbKamis, 13 Oktober 2011
Wardana, Wakil Menteri Luar Negeri Baru

Para wakil menteri luar negeri mulai datang ke kediaman Presiden Bambang Yudhoyono di Cikeas. Wakil menteri pertama yang tiba adalah Wardana, mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia. Wardana diplot untuk posisi Wakil Menteri Luar Negeri.

“Perkenalkan, nama saya Wardana. Saya sudah berkarir di Deplu cukup lama selama 30 tahun. Terakhir saya menjabat sebagai Dubes Singapura, sebelum kembali ke Indonesia 4 bulan yang lalu. Saya dipanggil Presien untuk mendapat kepercayaan sebagai Wamenlu,” kata Wardana memperkenalkan diri kepada wartawan di Cikeas, Kamis 13 Oktober.

Wardana menjelaskan, ia mengemban tugas untuk meningkatkan profil politik luar negeri Indonesia. “Beliau berharap, Kementerian Luar Negeri bisa memberikan perhatian dalam mempromosikan Indonesia di berbagai bidang,” ujar Wardana.

Menurutnya, Presiden juga berharap Indonesia dapat mengembangkan berbagai kesepakatan bilateral yang belum digarap secara maksimal. “Misalnya, bagaimana mengangkat isu kesepakatan-kesepakatan itu agar dapat dimanfaatkan maksimal,” kata Wardana.

Wardana menjadi Wakil Menteri Luar Negeri menggantikan Triyono Wibowo yang sebelumnya mengemban jabatan tersebut.

 

www.vivanews.com



CopyRight © jimly.com 2007 - 2008