Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku14
Makalah148
Tanya Jawab4920
Kegiatan710
Liputan Media449
Galeri Foto2318


Anda Pengunjung Ke:
4385067
July
SunMonTueWedThuFriSat
2829301234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930311
Ganjar-thumbSelasa, 18 Oktober 2011
Perubahan Perpres Sarat Kepentingan

Perubahan Peraturan Presiden mengenai Kedudukan, Fungsi, dan Tugas Kementerian Negara dinilai sarat kepentingan. Perubahan itu hanya digunakan untuk memayungi keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketimbang perbaikan sistem.

Pendapat itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ganjar Pranowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2011). Ganjar menduga perubahan itu dilakukan untuk mengakomodasi langkah-langkah yang dilakukan presiden terkait perombakan kabinet.

Pasalnya, menurut Ganjar, banyak keputusan Presiden terkait penambahan dan pengangkatan wakil menteri yang tak sesuai dengan Perpres Nomor 24 Tahun 2010.

Perpres itu mengatur secara eksplisit, hanya sembilan kementerian yang dapat dilengkapi dengan wakil menteri. Di antaranya Kementerian Luar Negeri, Perindustrian dan Perdagangan, Pertanian, Ekonomi, Pertahanan, Perhubungan, Pekerjaan Umum, Pendidikan Nasional, dan Bappenas.

Sementara, Presiden mengangkat wakil menteri lain di luar sembilan kementerian tersebut. "Itu menunjukkan perubahan pepres pendekatannya bukan sistem, tapi pendeketannya kepentingan-kepentingan," ujar Ganjar menegaskan.

 

www.kompas.com 

Calon-menteri-dalam-thumbSelasa, 18 Oktober 2011
H-1 Reshuffle, 5 Menteri, 1 KaBIN dan 13 Wakil Menteri Baru

Presiden SBY akan mengumumkan susunan kabinet baru pada Selasa, 18 Oktober 2011 pukul 20.00 WIB. 26 Jam menjelang reshuffle, sudah muncul 5 menteri, 1 kepala BIN dan 13 wakil menteri baru.

Sesuai rencana, Senin (17/10/2011) akan menjadi hari untuk Presiden SBY mengaudisi para calon menteri. Lima orang telah muncul ke Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Usai bertemu SBY, mereka mengaku kepada para wartawan telah ditunjuk sebagai menteri baru.

5 Menteri baru ini adalah:

1. Amir Syamsuddin sebagai Menkum HAM

Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini mengaku ditunjuk SBY untuk menggantikan Patrialis Akbar asal PAN. "Saya akan menjadi Menkum HAM," kata pria yang dikenal sebagai pengacara ini. Patrialis pun hengkang dari kabinet. Mantan Ketum PAN Amien Rais di Kampus Unsoed Purwokerto mengatakan Patrialis akan menjadi hakim MK.

2. Azwar Abubakar sebagai Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi

Anggota Komisi I DPR ini diminta menggantikan EE Mangindaan sebagai Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi. Sebelumnya dia pernah menjadi Plt Gubernur NAD dan merupakan kader PAN. Azwar menjadi barter atas keluarnya Patrialis.

Sedangkan EE Mangindaan digeser, dikabarkan akan diplot sebagai Menhub menggantikan Freddy Numberi, namun belum ada penjelasan dari Istana. Naik menjadi menteri, Azwar berujar, "Alhamdulillah Bapak Presiden percayakan kami untuk duduk di Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi."

3. Djan Faridz sebagai Menteri Perumahan Rakyat

Anggota DPD dari DKI Jakarta, Djan Faridz ditunjuk SBY sebagai Menteri Perumahan Rakyat. Pengusaha properti ini dianggap memahami bidang perumahan. Djan adalah kader PPP yang menggantikan kolega PPP lainnya Suharso Monoarfa, yang mundur atas alasan pribadi. Suharso sedang menghadapi sidang perceraian, walaupun kinerjanya selama 2 tahun dipuji Presiden SBY.

Djan pun mundur dari bursa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. "Dia memiliki kapabilitas untuk itu (menjadi Menpera)," kata Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengomentari Djan.

4. Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan digeser menjadi Menteri Perdagangan. Gita menggeser Mari Pangestu yang saat ini menjadi Mendag.

"Saya diminta dan diberikan tugas yang baru sebagai menteri perdagangan dengan senang hati saya terima," katanya. Mendag Mari Elka Pangestu disebut-sebut akan digeser ke posisi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata menggeser Jero Wacik.

5. Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN

Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan diminta Presiden SBY menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia akan menggantikan Mustafa Abubakar yang sakit.

Reaksi Dahlan, paling berbeda dengan yang lainnya. Didaulat jadi menteri, Dahlan menangis. "Saat diberitahu, saya nangis harus meninggalkan PLN. Karena teman-teman di PLN seluruh Indonesia ini lagi semangat-semangatnya bekerja," ujarnya sambil tak henti-hentinya meneteskan air mata.

6. Letjen Marciano Norman sebagai Kepala BIN

Lembaga tinggi negara tidak luput dari reshuffle. Letjen Marciano Norman diperintahkan SBY untuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Jenderal (Purn) Sutanto.

"Saya Letjen Marciano pada saat menghadap Bapak Presiden beliau memberikan kepercayaan Kepala Badan Intelijen Negara," tutur Marciano.

Terpilihnya Marciano berarti mengakhiri 2 tahun tugas Sutanto sebagai Kepala BIN. Sebelumnya, Marciano Norman menjabat terakhir kali sebagai Dankodiklat TNI AD dan pernah mengisi posisi Pangdam Jaya dan Komandan Paspampres.

Nah, di luar 6 nama yang sudah jelas nasibnya ini, para menteri lain masih belum dijelaskan Istana, siapa yang bertahan, siapa yang mental, dan siapa yang bertukar jabatan. Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan audisi menteri akan dilanjutkan pada Selasa 18 Oktober sore hari.

Di luar audisi menteri, SBY juga sudah menunjuk 13 wakil menteri baru di berbagai kementerian. Mereka adalah:

1. Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof Dr Ali Gufron Mukti sebagai Wakil Menteri Kesehatan
2. Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar sebagai Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
3. Mantan Dubes Singapura Wardana sebagai Wakil Menlu menggantikan Triono Wibowo
4. Musliar Kasim sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional bidang Pendidikan
5. Sekretaris Menteri BUMN Mahmudin Yasin sebagai Wakil Menteri BUMN
6. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna Murti sebagai Wakil Menteri Perdagangan
7. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Keuangan
8. Kepala BPS Rusman Heriawan sebagai Wakil Menteri Pertanian
9. Guru Besar Arsitektur FT UGM Wiendu Nuryanti sebagai Wamendiknas bidang Kebudayaan
10. Guru Besar FISIP UI Prof Eko Prasojo sebagai Wakil Menteri PAN
11. Staf Khusus Denny Indrayana sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM
12. Guru Besar ITB Widjajono Partowidagdo sebagai Wakil Menteri ESDM
13. Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar sebagai Wakil Menteri Agama

 

www.detik.com 

Sby_3-thumbSenin, 17 Oktober 2011
Perpres Wakil Menteri Diganti, Syarat Eselon 1A Tak Berlaku Lagi

Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur syarat wakil menteri harus telah menduduki Eselon 1A telah diubah oleh Presiden. Sehingga, tanpa menyandang golongan 1A pun, kini PNS bisa menjabat sebagai wakil menteri.

"Ada beberapa hal yang memang menjadi pertimbangan untuk mengubah Perpres No 47 Tahun 2009 menjadi No 76 Tahun 2011. Di antaranya disebutkan dalam Perpes yang lama bahwa pada pasal 70 ayat 3 dinyatakan bahwa seorang wakil menteri harus telah atau pernah duduk sebagai Eselon IA," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/10/2011).

"Ini yang direvisi dalam Perpes Nomor 76 Tahun 2011 per tanggal 13 Oktober lalu bahwa tidak ada persyaratan seorang wakil menteri untuk sebelumnya duduk sebagai Eselon IA dan itu telah diubah dan direvisi. Dan memang posisi wakil menteri ini diduduki oleh mereka yang statusnya PNS dan memiliki jenjang karier serta disetarakan pejabat Eselon IA," terang Julian.

Dengan keluarnya Perpres yang baru ini, kata Julian, tidak ada lagi syarat wakil menteri harus menjabat sebagai pejabat Eselon 1A.

"Itu yang menjadi pemahaman yang perlu dilihat untuk menegaskan bahwa tidak perlu ada kontroversi dalam pengangkatan calon-calon wamen yang sudah diundang atau diumumkan beberapa hari yang lalu sampai kemarin, karena persoalan dalam pasal 70 ayat 3 dalam Perpres No 47 Tahun 2009 telah diubah, direvisi," papar Julian.

Seperti diketahui, beberapa wakil menteri yang dipilih Presiden SBY memang belum masuk golongan Eselon 1A. Di antara mereka adalah Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang masih sebagai PNS golongan 3C.

 

www.detik.com 

Amir_syamsuddin_pd-thumbSenin, 17 Oktober 2011
Amir Syamsuddin: Saya Akan Jadi Menkum HAM

Sejumlah pejabat yang dipanggil ke Kantor Presiden, satu per satu memperkenalkan diri kepada wartawan sebagai calon menteri yang baru. Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin memperkenalkan diri sebagai Menkum HAM yang baru menggantikan Patrialis Akbar.

"Saya akan menjadi Menkum HAM," kata Amir Syamsuddin kepada wartawan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/10/2011).

Menurut Amir, tahapan penunjukan sebagai menteri ini belumlah selesai. Mereka harus menjalani tes kesehatan sebagai proses akhir.

"Masih ada satu tahapan, esok pagi kita menjalani tes kesehatan," kata Amir yang dibalut safari abu-abu.

Sebelumnya, empat tokoh tiba-tiba nongol di Istana pagi ini. Mereka adalah Dahlan Iskan, Amir Syamsuddin, Marciano Norman, dan Azwar Abubakar.

Mereka datang berbarengan pukul 10.00 WIB di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2011). Rupanya, mereka semua ditunjuk untuk masuk ke dalam kabinet.

Dahlan Iskan adalah mantan bos Jawa Pos yang kini menjabat Dirut PLN. Amir Syamsuddin adalah politisi senior Partai Demokrat yang juga dikenal sebagai pengacara kesohor. Marciano Norman adalah mantan Dan Paspampres dan Pangdam Jaya yang kini Komandan Kodiklat TNI. Azwar Abubakar adalah mantan plt Gubernur Aceh.

 

www.detik.com 

Sby_3-thumbSenin, 17 Oktober 2011
Inilah Enam Calon Menteri Baru

Enam calon menteri baru menggelar jumpa pers hari Senin (17/10/11) siang ini.

Mereka adalah Gita Wirjawan akan menjadi Menteri Perdagangan (menggantikan Mari Elka Pangestu), Amir Syamsuddin jadi Menteri Hukum dan HAM (menggantikan Patrialis Akbar), Anwar Abubakar menjadi Menteri PAN (menggantikan EE Mangindaan).

Jan Farid menjadi Menteri Perumahan Rakyat (menggantikan Suharso Monoarfa yang mengundurkan diri), Letjen TNI Marciano Norman menjadi Kepala Badan Intelijen Negara atau BIN (menggantikan Jenderal Pol Purn Sutanto), dan Dahlan Iskan menjadi Menteri BUMN (menggantikan Mustafa Abubakar).

Keenam menteri ini belum menjalani tes kesehatan.

 

www.kompas.com 



CopyRight © jimly.com 2007 - 2008