Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku14
Makalah157
Tanya Jawab4951
Kegiatan712
Liputan Media452
Galeri Foto2333


Anda Pengunjung Ke:
4465304
September
SunMonTueWedThuFriSat
303112345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930123
Fadel-thumbRabu, 19 Oktober 2011
Drama Sore Fadel di Istana Jelang Reshuffle

Fadel Muhammad harus menelan pil pahit, dia harus hengkang dari jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan lantaran terkena reshuffle. Detik-detik menjelang hilangnya jabatan tersebut sudah terasa sejak sore kemarin, saat tiba-tiba dia nongol di Istana.

Menteri yang pernah menjabat sebagai Gubernur Gorontalo ini tiba-tiba datang ke Istana, Selasa (18/10) saat Presiden SBY mengadakan audisi menteri baru yang berasal dari Papua, Bert Kambuaya.

Fadel tiba-tiba datang dengan wajah tegang, sambil sibuk menelepon. Dari obrolan teleponnya, samar-samar terdengar dia sedang membahas rencana kunjungannya ke Lombok hari ini. Setelah sibuk menelepon beberapa saat, Fadel bersedia menjawab pertanyaan para wartawan.

"Saya Fadel Muhammad siap menyatakan di dalam atau di luar demi kerja untuk negara. Pak Fadel pernah kerja jadi gubernur, pernah di mana-mana. Pak Fadel tidak keberatan di dalam maupun di luar," papar Fadel serius.

Fadel yang mengenakan safari warna abu-abu ini terlihat tegang saat menjawab pertanyaan wartawan. Namun Fadel tetap menegaskan bahwa dia siap bertugas di mana pun.

"Tidak ada perasaan hard feeling, saya cinta negara ini untuk membantu siapa saja yang bertugas. Di dalam atau di luar saya siap," Fadel berjanji.

Saat ditanya tentang Cicip, orang yang dikabarkan akan menggantikannya di Kementerian DKP, Fadel menunjukkan rasa ketidaksukaannya. "Saya enggak tahu, kalian tanya Pak Cicip. Masak kamu tanya dia, kamu suruh saya," elak Fadel sembari berlalu meninggalkan wartawan dan menuju Kantor Presiden.

Di Kantor Presiden, Fadel tidak langsung masuk. Dia tampak ngobrol serius dengan beberapa Paspampres yang menjaga Kantor Presiden. Fadel awalnya tidak diperkenankan masuk lantaran di dalam sedang ada audisi calon Menteri Negara Lingkungan Hidup. Namun setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Fadel bisa masuk Kantor Presiden, meski tidak lama.

Tak lama kemudian, Fadel keluar lagi. Waktu menunjukkan hampir memasuki adzan Maghrib. Melihat Fadel pulang dengan 'tangan hampa', para jurnalis pun langsung mengejarnya. Ternyata, Fadel tidak ditemui Presiden SBY.

Apakah Fadel memang tidak diundang SBY? Fadel tidak menjelaskannya. Bahkan Fadel juga enggan menjelaskan apakah dirinya memang benar-benar telah mendapat 'tanda aman' dari sang presiden.

"Sudahlah, saya kira sudah selesai nggak ada masalah apa-apa. Nggak ada masalah apa-apa. Saya kan nggak ada masalah apa-apa, gimana sih," kata Fadel dengan serius.

"Saya bekerja bertugas. Saya nggak ada hubungan sama reshuffle, saya nggak pernah berpikir reshuffle. Saya di luar, di dalam tetap bekerja," lanjut Fadel.

Fadel menunjukkan keseriusannya dalam bekerja. Bahkan Rabu 19 Oktober hari ini, Fadel akan terbang ke Lombok untuk mengurus perbatasan yang bermasalah dengan Malaysia.

"Saya kan bekerja terus. Tidak ada perubahan apa-apa kan tadi bawa map biru? Saya akan segera berangkat ke Lombok besok. Saya kerja dan tidak pernah berpikir reshuffle. Terima kasih ya," kata Fadel yang langsung melenggang pulang.

Pihak Istana pun berkometar soal kedatangan Fadel yang misterius ini. Fadel tidak ditemui Presiden lantaran waktunya mepet dengan waktu salat Maghrib, sementara Presiden belum selesai melakukan audisi menteri.

"Karena waktunya mepet. Karena tadi Bapak masih menemui Bapak Kambuaya sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup. Waktunya mepet masuk Maghrib," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha.

Usai ke Istana, Fadel ternyata mengirimkan SMS kepada para wartawan, yang berisi bahwa dia tetap berada di KIB II. "Saya tetap di posisi," tulis Fadel dalam SMS.

Namun, dua jam berikutnya, tepatnya pukul 20.00 WIB, Presiden akhirnya mengumumkan resshuffle kabinet. Beberapa menteri termasuk Fadel kena reshuffle.

Mendengar kabar ini, Fadel pun merasa heran. Dia pun protes.

"Kok keputusannya begitu? Bilang saja kepada semua media Pak Fadel nggak tahu kok bisa begitu," keluh Fadel kepada detikcom.

Posisi Fadel digantikan Wakil Ketua Umum Golkar Sharif Cicip Sutardjo. Sharif adalah orang kepercayaan Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar.

Kenapa Fadel di-reshuffle? "Dia sebenarnya kalah di dalam Golkar sendiri. Agung dan Cicip masih memiliki posisi tawar yang kuat di Golkar," ujar sumber detikcom, Selasa (18/10).

Tidak hanya itu, SBY sendiri dikabarkan memang tidak berkenan dengan Fadel Muhammad. Hal itu diperkuat saat Presiden SBY membatalkan rencananya untuk menutup acara Sail Belitung. Bahkan ketika kemarin Fadel ke istana, SBY pun tidak bersedia menemuinya.

"Selain itu, Presiden mendapatkan surat laporan tentang Fadel. Belum jelas soal apa, laporan itu," terang sumber tersebut.

Namun surat tersebut diduga terkait sengketa tanah UIN Syarief Hidayatullah yang menyeret nama Fadel Muhammad.

 

www.detik.com 

Kabinet-indonesia-bersatu-_abror_-luar-thumbRabu, 19 Oktober 2011
Menteri & Wamen Dilantik Bergantian oleh Presiden SBY

Sejumlah menteri hasil reshuffle akan segera bekerja setelah Presiden SBY secara resmi melantik mereka. Selain melantik menteri, wakil menteri baru yang berjumlah 13 orang juga dilantik dalam kesempatan yang sama secara bergantian.

Upacara pelantikan digelar di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (19/10/2011) pukul 09.00 WIB.

Upacara pelantikan diawali dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Presiden SBY mengambil sumpah para menteri baru. Mereka adalah Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sutarjo dan Menteri Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.

Menteri baru lainnya adalah Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, Menteri Lingkungan Hidup Baltazar Kambuaya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, dan Kepala BIN Letjen TNI Marcianus Norman.

Presiden SBY didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan Ibu Herawati, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Beberapa menteri yang hadir antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Setelah itu, SBY melantik 13 wakil menteri baru. Mereka adalah:

1. Wakil Menteri Kesehatan: Ali Gufron Mukti
2. Wakil Menteri Kebudayaan dan Industri Kreatif: Sapta Nirwandar
3. Wakil Menteri Luar Negeri: Wardana
4. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional bidang Pendidikan: Musliar Kasim�
5. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional bidang Kebudayaan: Wiendu Nuryanti
6. Wakil Menteri BUMN: Mahmudin Yasin�
7. Wakil Menteri Perdagangan: Bayu Krisnamurthi
8. Wakil Menteri Keuangan: Mahendra Siregar
9. Wakil Menteri Pertanian: Rusman Heriawan�
10. Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi: Eko Prasodjo
11. Wakil Menteri Hukum dan HAM: Denny Indrayana
12. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Widjajono Partowidagdo
13. Wakil Menteri Agama: Nasaruddin Umar

 

www.detik.com 

Ganjar-thumbSelasa, 18 Oktober 2011
Perubahan Perpres Sarat Kepentingan

Perubahan Peraturan Presiden mengenai Kedudukan, Fungsi, dan Tugas Kementerian Negara dinilai sarat kepentingan. Perubahan itu hanya digunakan untuk memayungi keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketimbang perbaikan sistem.

Pendapat itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ganjar Pranowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2011). Ganjar menduga perubahan itu dilakukan untuk mengakomodasi langkah-langkah yang dilakukan presiden terkait perombakan kabinet.

Pasalnya, menurut Ganjar, banyak keputusan Presiden terkait penambahan dan pengangkatan wakil menteri yang tak sesuai dengan Perpres Nomor 24 Tahun 2010.

Perpres itu mengatur secara eksplisit, hanya sembilan kementerian yang dapat dilengkapi dengan wakil menteri. Di antaranya Kementerian Luar Negeri, Perindustrian dan Perdagangan, Pertanian, Ekonomi, Pertahanan, Perhubungan, Pekerjaan Umum, Pendidikan Nasional, dan Bappenas.

Sementara, Presiden mengangkat wakil menteri lain di luar sembilan kementerian tersebut. "Itu menunjukkan perubahan pepres pendekatannya bukan sistem, tapi pendeketannya kepentingan-kepentingan," ujar Ganjar menegaskan.

 

www.kompas.com 

Calon-menteri-dalam-thumbSelasa, 18 Oktober 2011
H-1 Reshuffle, 5 Menteri, 1 KaBIN dan 13 Wakil Menteri Baru

Presiden SBY akan mengumumkan susunan kabinet baru pada Selasa, 18 Oktober 2011 pukul 20.00 WIB. 26 Jam menjelang reshuffle, sudah muncul 5 menteri, 1 kepala BIN dan 13 wakil menteri baru.

Sesuai rencana, Senin (17/10/2011) akan menjadi hari untuk Presiden SBY mengaudisi para calon menteri. Lima orang telah muncul ke Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Usai bertemu SBY, mereka mengaku kepada para wartawan telah ditunjuk sebagai menteri baru.

5 Menteri baru ini adalah:

1. Amir Syamsuddin sebagai Menkum HAM

Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini mengaku ditunjuk SBY untuk menggantikan Patrialis Akbar asal PAN. "Saya akan menjadi Menkum HAM," kata pria yang dikenal sebagai pengacara ini. Patrialis pun hengkang dari kabinet. Mantan Ketum PAN Amien Rais di Kampus Unsoed Purwokerto mengatakan Patrialis akan menjadi hakim MK.

2. Azwar Abubakar sebagai Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi

Anggota Komisi I DPR ini diminta menggantikan EE Mangindaan sebagai Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi. Sebelumnya dia pernah menjadi Plt Gubernur NAD dan merupakan kader PAN. Azwar menjadi barter atas keluarnya Patrialis.

Sedangkan EE Mangindaan digeser, dikabarkan akan diplot sebagai Menhub menggantikan Freddy Numberi, namun belum ada penjelasan dari Istana. Naik menjadi menteri, Azwar berujar, "Alhamdulillah Bapak Presiden percayakan kami untuk duduk di Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi."

3. Djan Faridz sebagai Menteri Perumahan Rakyat

Anggota DPD dari DKI Jakarta, Djan Faridz ditunjuk SBY sebagai Menteri Perumahan Rakyat. Pengusaha properti ini dianggap memahami bidang perumahan. Djan adalah kader PPP yang menggantikan kolega PPP lainnya Suharso Monoarfa, yang mundur atas alasan pribadi. Suharso sedang menghadapi sidang perceraian, walaupun kinerjanya selama 2 tahun dipuji Presiden SBY.

Djan pun mundur dari bursa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. "Dia memiliki kapabilitas untuk itu (menjadi Menpera)," kata Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengomentari Djan.

4. Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan digeser menjadi Menteri Perdagangan. Gita menggeser Mari Pangestu yang saat ini menjadi Mendag.

"Saya diminta dan diberikan tugas yang baru sebagai menteri perdagangan dengan senang hati saya terima," katanya. Mendag Mari Elka Pangestu disebut-sebut akan digeser ke posisi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata menggeser Jero Wacik.

5. Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN

Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan diminta Presiden SBY menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia akan menggantikan Mustafa Abubakar yang sakit.

Reaksi Dahlan, paling berbeda dengan yang lainnya. Didaulat jadi menteri, Dahlan menangis. "Saat diberitahu, saya nangis harus meninggalkan PLN. Karena teman-teman di PLN seluruh Indonesia ini lagi semangat-semangatnya bekerja," ujarnya sambil tak henti-hentinya meneteskan air mata.

6. Letjen Marciano Norman sebagai Kepala BIN

Lembaga tinggi negara tidak luput dari reshuffle. Letjen Marciano Norman diperintahkan SBY untuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Jenderal (Purn) Sutanto.

"Saya Letjen Marciano pada saat menghadap Bapak Presiden beliau memberikan kepercayaan Kepala Badan Intelijen Negara," tutur Marciano.

Terpilihnya Marciano berarti mengakhiri 2 tahun tugas Sutanto sebagai Kepala BIN. Sebelumnya, Marciano Norman menjabat terakhir kali sebagai Dankodiklat TNI AD dan pernah mengisi posisi Pangdam Jaya dan Komandan Paspampres.

Nah, di luar 6 nama yang sudah jelas nasibnya ini, para menteri lain masih belum dijelaskan Istana, siapa yang bertahan, siapa yang mental, dan siapa yang bertukar jabatan. Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan audisi menteri akan dilanjutkan pada Selasa 18 Oktober sore hari.

Di luar audisi menteri, SBY juga sudah menunjuk 13 wakil menteri baru di berbagai kementerian. Mereka adalah:

1. Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof Dr Ali Gufron Mukti sebagai Wakil Menteri Kesehatan
2. Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar sebagai Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
3. Mantan Dubes Singapura Wardana sebagai Wakil Menlu menggantikan Triono Wibowo
4. Musliar Kasim sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional bidang Pendidikan
5. Sekretaris Menteri BUMN Mahmudin Yasin sebagai Wakil Menteri BUMN
6. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna Murti sebagai Wakil Menteri Perdagangan
7. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Keuangan
8. Kepala BPS Rusman Heriawan sebagai Wakil Menteri Pertanian
9. Guru Besar Arsitektur FT UGM Wiendu Nuryanti sebagai Wamendiknas bidang Kebudayaan
10. Guru Besar FISIP UI Prof Eko Prasojo sebagai Wakil Menteri PAN
11. Staf Khusus Denny Indrayana sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM
12. Guru Besar ITB Widjajono Partowidagdo sebagai Wakil Menteri ESDM
13. Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar sebagai Wakil Menteri Agama

 

www.detik.com 

Sby_3-thumbSenin, 17 Oktober 2011
Perpres Wakil Menteri Diganti, Syarat Eselon 1A Tak Berlaku Lagi

Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur syarat wakil menteri harus telah menduduki Eselon 1A telah diubah oleh Presiden. Sehingga, tanpa menyandang golongan 1A pun, kini PNS bisa menjabat sebagai wakil menteri.

"Ada beberapa hal yang memang menjadi pertimbangan untuk mengubah Perpres No 47 Tahun 2009 menjadi No 76 Tahun 2011. Di antaranya disebutkan dalam Perpes yang lama bahwa pada pasal 70 ayat 3 dinyatakan bahwa seorang wakil menteri harus telah atau pernah duduk sebagai Eselon IA," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/10/2011).

"Ini yang direvisi dalam Perpes Nomor 76 Tahun 2011 per tanggal 13 Oktober lalu bahwa tidak ada persyaratan seorang wakil menteri untuk sebelumnya duduk sebagai Eselon IA dan itu telah diubah dan direvisi. Dan memang posisi wakil menteri ini diduduki oleh mereka yang statusnya PNS dan memiliki jenjang karier serta disetarakan pejabat Eselon IA," terang Julian.

Dengan keluarnya Perpres yang baru ini, kata Julian, tidak ada lagi syarat wakil menteri harus menjabat sebagai pejabat Eselon 1A.

"Itu yang menjadi pemahaman yang perlu dilihat untuk menegaskan bahwa tidak perlu ada kontroversi dalam pengangkatan calon-calon wamen yang sudah diundang atau diumumkan beberapa hari yang lalu sampai kemarin, karena persoalan dalam pasal 70 ayat 3 dalam Perpres No 47 Tahun 2009 telah diubah, direvisi," papar Julian.

Seperti diketahui, beberapa wakil menteri yang dipilih Presiden SBY memang belum masuk golongan Eselon 1A. Di antara mereka adalah Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang masih sebagai PNS golongan 3C.

 

www.detik.com 



CopyRight © jimly.com 2007 - 2008