
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 44 |
| Tanya Jawab | 2235 |
| Kegiatan | 407 |
| Liputan Media | 334 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
767058
| September | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 | 4 |
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 1 | 2 |
|
Patrialis: Jimly Tak Perlu Izin SBY Jakarta, RMOL. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jimly Asshiddiqie tidak perlu meminta izin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon pimpinan KPK. Laporan: Dede Heryawan |
|
Presiden Persilakan Jimly Ikuti Seleksi Selasa, 15 Juni 2010 | 03:19 WIB SELEKSI KETUA KPK Jakarta, Kompas Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Emil Salim mengirimkan surat pemberitahuan terkait pendaftaran Jimly Asshiddiqie sebagai calon Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempersilakan Jimly mencalonkan diri apabila itu menjadi keinginannya dan mengikuti mekanisme dan persyaratan yang ditetapkan oleh undang-undang. ”Ketua Wantimpres berkirim surat kepada Presiden tentang Pak Jimly yang akan mendaftar menjadi pimpinan KPK,” ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto seusai rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/6). Meski begitu, Djoko mengakui, seharusnya Jimly mengundurkan diri lebih dulu sebagai anggota Wantimpres sebelum mendaftarkan diri. Namun, pendaftaran Jimly pada saat terakhir pendaftaran, Senin, sebelum mundur dari Wantimpres, tidak akan dipermasalahkan. Dalam rapat, Senin, menurut Djoko, Presiden juga sempat memantau perkembangan seleksi calon ketua KPK. Namun, Presiden tidak secara detail memantau siapa saja pendaftar calon ketua KPK dan menyerahkan sepenuhnya proses itu kepada panitia seleksi. Secara terpisah, Jimly mengungkapkan, ia tidak memerlukan izin dari Presiden untuk pencalonan ketua KPK. Namun, Presiden tidak keberatan ia mundur dari Wantimpres jika terpilih sebagai ketua KPK. Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas, yang mencalonkan diri sebagai ketua KPK, menyatakan, tak ada ketentuan undang-undang yang menentukan calon harus mundur dari jabatannya dalam pencalonan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, yang juga Ketua Panitia Seleksi, mengatakan pula, tak ada ketentuan bagi pejabat negara atau pemimpin lembaga negara untuk mengundurkan diri kalau mencalonkan diri sebagai ketua KPK. ”Tetap bekerja seperti biasa asal bisa bagi waktu,” katanya. Pada hari terakhir pendaftaran calon ketua KPK, Senin, pendaftar membeludak. Selain Jimly dan Busyro, sejumlah tokoh mendaftar. Mereka antara lain advokat Bambang Widjojanto, anggota DPD I Wayan Sudirta, dan Farouk Muhammad (mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian). Sebelumnya ada pula Maria Ulfa Rombot dan Amir Hasan Ketaren dari Komisi Kejaksaan, serta advokat Sugeng Teguh Santosa, OC Kaligis, Dwi Ria Latifa, dan Petrus Selestinus. Anggota Panitia Seleksi Pimpinan KPK Todung Mulya Lubis mengungkapkan, munculnya tokoh masyarakat itu membuktikan masih adanya harapan untuk menyelamatkan KPK. Pemberantasan korupsi memang berat sehingga perlu pengawalan ketat serta butuh pimpinan yang kuat, berani, dan tepercaya. Hingga pukul 17.00, Panitia menerima 268 pendaftar, sebagian besar 29,1 persen, adalah advokat. (DAY/ANA/WHY/HAR) |
|
Jimly Didukung Aktivis Anti Korupsi Karena Yakin Bukan Titipan SBY Selasa, 15 Juni 2010, 10:16:59 WIB Laporan: Zul Hidayat Siregar Jakarta, RMOL. Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) Ray Rangkuti mengaku tidak akan mendukung anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jimly Asshiddiqie menjadi calon pimpinan KPK jika ada kepentingan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibalik pendaftarannya tersebut. "Kalau betul titipan, saya adalah orang pertama yang tidak akan mau mencalonkan dia. Itu juga yang saya tanyakan kepadanya tentang banyak kekuatiran orang," ujar Ray saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 15/6). Kata Ray, dalam pertemuannya sebelum mendaftar, Jimly memang tidak membantah kekuatiran banyak kalangan tersebut secara eksplisit. Tapi, Jimly menantang Ray untuk melihat sendiri track record-nya selama ini. "Saya yakin dia profesional. (Jimly) tidak mudah 'ditaklukkan' begitu saja. Ini bisa dilihat dari rekam jejaknya sewaktu Ketua MK. Banyak keputusannya yang revolusioner," ujar Ray. Selain itu, tambah Ray, pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto kemarin (Senin, 14/6) soal pendaftaran Jimly, terkesan Djoko terkejut atas pencalonan Jimly tersebut. Hal ini semakin menegaskan bahwa Jimly bukan orang titipan. [zul] |
|
Dukungan untuk Jimly Mengalir Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary Selasa, 15 Juni 2010 | 09:01 WIB Ketua DPR Marzuki Alie dan Wakil Ketua DPR Anis Matta, sama-sama memberikan respon positif terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. "Jimly punya kompetensi, menurut saya wajar kalau beliau ingin berbuat lebih kala ada permintaan. Pilihan itu sah-sah saja," kata Marzuki, di Gedung DPR, Jakarta, malam tadi. Jimly dan Ketua Komisi Yudisial, Busyro Muqoddas, resmi mendaftarkan diri pada hari terakhir pendaftaran, kemarin. Keduanya merupakan dua dari lima nama yang diusung oleh Forum Rektor. "Memang beda kelas antara Jimly dengan dua ratus yang lain. Pansel juga kita harapkan mendapatkan figur yang bagus. Orang yang berani, punya karakter dan siap menanggung risiko. Kapasitas yang lain belum teruji," ujar Marzuki. Sebagai mantan Ketua MK, Jimly dinilai cakap dan cukup pengalaman untuk dibawa saat berkarir di KPK. Apakah artinya DPR akan menyetujui jika Pansel mengusulkan nama Jimly? "Tergantung lah. Busyro bagus, KY dibawah kepemimpinannya hidup. Kita serahkan pada Komisi III yang memilih," ujar mantan Sekjen Partai Demokrat ini. Dukungan secara lebih terbuka disampaikan Anis Matta. Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, Jimly memiliki integritas keilmuan dan pengalaman dalam mengembangkan MK. "Jadi Pimpinan KPK itu yang dibutuhkan bukan cuma nyali tapi bagaimana mengembangkan lembaga dengan berbagai ide. Di KPK banyak yang punya nyali, tapi miskin ide. Jimly patut dipertimbangkan. Saya akan dukung Jimly," kata Anis. |
|
Wantimpres Ikhlaskan Jimly Pindah ke KPK Senin, 14 Juni 2010, 13:53 WIB VIVAnews - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jimly Asshiddiqie, ikut meramaikan bursa pencalonan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pencalonan ini mendapatkan dukungan dari teman-temannya di Wantimpres. Arry Anggadha, Fadila Fikriani Armadita
|

